Rentan Kena Serangan Jantung, Biasanya Pria Hobi Selingkuh

Menurutnya, pria yang hobi selingkuh cenderung lebih banyak menampakkan gejala depresi dibanding pria lain yang kehidupan seksualnya baik-baik saja. Dalam penelitian tersebut, para pria mengaku berselingkuh karena rumah tangganya sudah tidak harmonis.
selingkuh ts dalam 150x150 Rentan Kena Serangan Jantung, Biasanya Pria Hobi SelingkuhBerita Terkini.us,- Sebuah penelitian di Italia menunjukkan, hubungan seks tidak lagi memberikan manfaat bagi jantung jika melibatkan unsur pengkhianatan.Penelitian menunjukkan hubungan seks yang dilakukan secara rutin bisa menyehatkan jantung. Namun bagi pria, syaratnya harus dilakukan dengan pasangan resmi sebab bercinta dengan selingkuhan justru akan meningkatkan risiko serangan jantung. Bagi pria yang sudah beristri, risiko serangan jantung justru meningkat jika sering berhubungan seks dengan wanita lain.

“Kami mendapati bahwa sikap tidak setia merupakan faktor risiko untuk mengalami gangguan kardiovaskular ternmasuk serangan jantung di kemudian hari,” ungkap Alessandra Fisher, peneliti dari Sexual Medicine and Andrology Unit di Florence, Italia.
Kondisi ini memicu depresi yang ditandai dengan beberapa gejala. Dikutip dari The Star, Senin (21/3/2011), gejala yang teramati dalam penelitian itu antara lain obesitas, tekanan darah tinggi dan perubahan gaya hidup termasuk mengkonsumsi minuman keras dan lebih sering merokok.

Depresi yang disertai dengan gejala-gejala semacam itu jelas meningkatkan risiko serangan jantung. Meski tidak secara langsung dipicu oleh perselingkuhan, peningkatan risiko serangan jantung bisa memburuk jika hubungan terlarang itu menimbulkan konflik baru.

Penelitian yang dipublikasikan akhir tahun 2010 ini memang tidak menyebutkan berapa banyak pria yang terkena serangan jantung karena berselingkuh. Namun berbagai sumber tidak resmi di internet menyebut, 85 persen pria yang berselingkuh meninggal karena serangan jantung.

Situs Porno di Domain .XXX Disahkan

2223248620X310 150x150 Situs Porno di Domain .XXX Disahkan
Akhiran situs .XXX ini akan dipakai khusus bagi konten bagi orang dewasa yang berbau pornografi. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), sebuah badan yang mengatur sistem penamaan domain di internet telah memutuskan memakai akhiran .XXX itu pada akhir pekan lalu.Tak lama lagi banyak situs web pornografi punya lokalisasi di internet dengan disetujuinya domain berakhiran .XXX. Nama domain baru ini akan bergabung dengan situs-situs yang selama ini telah kita kenal seperti .COM atau .ORG.
ICANN sebelumnya telah berulangkali menolak memberikan nama situs dengan akhiran .XXX. Sejak 2000 silam, ICANN menolak permohonan tersebut atas desakan kelompok Kristen dan pemerintah yang khawatir atas penyebaran pornografi. Para kelompok agama khawatir penamaan itu akan meletigimasi keberadaan pornografi di dunia maya.

Namun, kelompok yang setuju juga tak kalah bersemangat untuk terus memperjuangkan penamaan tersebut. Diane Duke, Direktur Eksekutif Free Speech Coalition menuding ICANN telah berlaku tidak adil. Menurutnya, ICANN seharusnya berlaku adil atas kepentingan kebebasan berbicara di internet.
Di lain pihak, munculnya domain khusus situs porno tersebut diharapkan mempermudah penyensoran konten porno di internet. Namun, bukan hal mudah memaksa penyedia situs porno yang telah dikenal lewat alamat .COM atau lainnya agar beralih ke alamat tersebut. Boleh jadi, mereka membeli alamat domain dengan .XXX, namun hanya akan digunakan untuk mengarahkan ke situs aslinya.
Jika tidak diatur lebih lanjut, ketersediaan nama domain dengan .XXX malah memicu konflik baru. Misalnya buat pemilik produk terkemuka yang bisa jadi terpaksa harus membeli alamat dengan namanya tapi tidak akan menggunakannya agar tidak diambil orang lain yang iseng. Contohnya Disney, mungkin harus cepat-cepat membeli Disney.xxx agar tidak disalahgunakan orang lain di masa mendatang.
Hingga saat ini tidak diketahui mengapa akhirnya ICANN mengabulkan gugatan tersebut. Namun, yang jelas, seorang pejabat ICANN mengakui bahwa pihaknya telah setuju untuk menggunakan situs dengan akhiran .XXX.